hi…hi…I have a new blog (again) hehehe
it’s in wordpress now… click h e r e to start reading… tetep mampir-mampir yaaaaaa….
hi…hi…I have a new blog (again) hehehe
it’s in wordpress now… click h e r e to start reading… tetep mampir-mampir yaaaaaa….
Topiknya udah telat nih, tapi tetep pengen nulis, soal si poli-poli itu..poligami, poliandri, dan poli-poli lain, mungkin polibag juga…
Gue kan waktu itu nyepi 2 hari di rumah, cuman maen sama ganang doank, jadi gak cek imel, gak mandi (itu sih, yaaaa…bakat!), berenang-renang, bengong. Nggak tau berita deh…pas wikennya gue ke bogor, bertemu teman-teman tercintaku sejak SMP, terus di radio ada soal si tokoh agama dengan initial AaG (gue nggak nyebut nama lho yaaaa…hihihih) itu, yang nikah lagi. Kata temen-temen gue, gue pucet seketika! Jujur, gue shock berats. Kok dia gitu yaaa??? kok gitukokgitukokgitu??? teganyateganyateganya…
Pas susah-susah aja dulu, berdua…AaG jadi guru ngaji, TNn (gue nggak nyebut nama lagi lho yaaaaa…) jualan es balon. Sekarang aja pas udah seneng, kok jadi bertigaaaa??? makin seneng, berempat? berlimaaaa??? waaaaaaaaa…
Tapi setelah gue berpikir tenang (boong bangeut..gue emosi berhari-hari, dan memarahi beberapa pria tak bersalah seperti biasa hehehe), salah gue juga sih. Kenapa juga seperti mengkultuskan si AaG tea. Dia kan juga manusia, with many flaws. Kalo TNn-nya udah ridho, kenapa gue musti marah-marah? Pssstt, btw, gue masih nggak percaya tuh si TNn ridho…
Saya (udah agak tenangan nih, nggak emosi lagi, jadi pake saya) liat juga di tv, reaksi massa yang begitu parah. Horreeee…berarti saya nggak sendirian hehehe saya pikir, wajar aja mereka bereaksi begitu. Ibu-ibu protes, nggak mau ke DT lagi. WAJAR! Masalahnya, menurut saya, dari branding si AG sendiri. Dari awal, brand dia di masyarakat adalah keluarga sakinah, mawadah. Dia yang sayang istri, sayang keluarga bangeut. Waktu itu kan ditayangin lagi tuh yang dia wawancara jaman dahulu kala, ditanya soal poligami. Dia bilang, kalau dia mah nggak kepikiran, blablabla…Sekarang, setelah dia poligami, dia bilangnya, udah berusaha memberikan pengertian untuk poligami ke TNn sejak 5 tahun lalu! Buat saya, kok seperti muna’ ya. Sorry, maybe I am a bit too outspoken. Cuman, balik lagi ke branding tadi, dengan branding seperti itu, wajarlah kalau dia terus dicintai, dikagumi, dijadikan panutan oleh ibu-ibu. Terus, kalau sekarang dia begitu? Wajar juga buat saya kalau ibu-ibu itu marah. Coba kalau itu Rhoma Irama, brandingnya dia kan emang bukan yang begitu. Jadi pas dia emang ketauan nikah lagi sama Angel Lelga, nggak ada yang peduli tuh. Termasuk saya hehehe
Apalagi dengan alasan yang menurut saya terlalu dicari-cari. Menolong nggak harus menikahi kan. Mengikuti sunnah Nabi? Yakin bisa seadil Nabi? Kalau bisa, ya jadi nabi aja sekalian. Buat saya, Islam memperbolehkan punya istri maksimal 4 itu harus dilihat konteksnya lagi. Al-Quran, as we all know, sangat amat interpretatif sekali. Saya memang nggak terlalu paham masalah Islam (I am learning though). Yang saya tahu, sebelum Islam lahir, di Arab sana budayanya memang sudah beristri banyak, sampai puluhan bahkan. Islam justru membatasi itu, dengan memberikan maksimal 4 istri. Nabi Muhammad juga menikah lagi setelah Khadijah (istrinya yang lebih tua 15 tahun dan mendampingi Rasulullah selama 15 tahun) meninggal. Baru Rasul menikah lagi. Itu juga dengan janda-janda tua yang suaminya meninggal karena perang. Bukan janda kinyis-kinyis mengkilat, yang masih mampu menghidupi diri dan keluarganya sendiri tanpa harus dinikahi.
Ketika Fatimah Az-Zahra akan dimadu, bukankah Rasul justru nggak setuju? "Barangsiapa yang menyakiti hati Fatimah, berarti menyakiti hatiku juga". Dan saya yakin, setiap perempuan yang dimadu, pasti sakit hatinya. Mau segimana jagonya pun dia akting, mau segimana solehahnya dia, I AM 100% SURE! Kalau menurut saya pribadi, banyak jalan menuju kesolehahan, banyak jalan menuju ridho Allah, banyak jalan menuju pahala dan surga, nggak musti dengan mengorbankan perasaan dan mengijinkan suami nikah lagi. Saya salut dengan salah satu artis, Dw Yl (nggak nyebut namaaaaa), yang berani bilang nggak dan memilih cerai daripada dimadu. Suami memang berhak untuk nikah lagi kalau mereka mau, tapi istri juga lebih berhak untuk bilang NGGAK, kalau memang dia nggak mau.
Ada lagi satu pembelaan soal poligami-poligami ini, yang bikin saya debat panjang sama salah satu sahabat terbaik saya di jalan ke Ciwidey. Katanya, jumlah perempuan di dunia ini lebih banyak daripada lelaki, jadi biar imbang, 1 lelaki ya harus menikahi lebih dari 1 wanita. Dulu, waktu kuliah, saya pernah bantu-bantu penelitian di Lembaga Demografi UI. Sebentar doang sih, 2 minggu gitu. Tapi sempet liat data demografi, dan makin percaya, Tuhan itu Maha Adil kok. Dengan segala kemampuanNya yang ajaib itu, saya percaya, kalau dalam 1 generasi lebih banyak perempuannya, generasi berikut akan lebih banyak lelaki. Begitu juga sebaliknya. So, in the end, it will be equal. Kalau emang di Indonesia udah kurang cowok berkualitas available, expansi dong ah, jangan dibikin susah :p
Lagian, walaupun perempuan lebih banyak 8% (kalau nggak salah) dari lelaki, 8% golongan perempuan itu berada di piramida umur di atas 50 tahun. So, if you wanna help women by marrying them, do please please marry those group of women
Kepanjangan, saya udah mulai agak-agak emosi lagi hehehe Jadi lebih baik disudahi…
Have a great long weekend
.dedek.
PS: Me (and my 3 best-partners-in-the-world)’s newest baby, 1st edition of traVe - free traveling magazine is out since the beginning of December. Grab one in the restaurant, cafe, hotels and other happening places near you! (jabodetabek and bandung areas). December edition is an inspiring trip to Barcelona, do Islands Hopping in Thousand Islands for the weekend, stories from readers on their humiliating moments during their trips, ideas on ways to celebrate new year, 10 tips for perfect holiday, and many more! DON’T MISS IT! And wait for JANUARY edition as well!
pssttt..udah pada tau kan jiffest is coming again to town in december…
gue kan demen bangeut sama itu festival yak, jadi kemaren pas gue cek proof-print di subur (checking my new ‘baby’ which will be out next month hehehhe will tell you later about this
), gue liat buku programnya jiffest gitu..mereka kan nyetak tiketnya di subur mampang ternyata…gue dikasih satu, horeeee…seneng bangeut hehehe gue pengen nonton itu, itu, itu, ini, itu, itu, itu, itu, itu, yang ituuuu, itu juga, ini harus, ini wajib, itu juga…duuuuuuuuhhhh, gue pengen nonton semuaaaaaaaaa…
mari kita sudahi saja obrolan tak berguna ini…hehehe
semoga yang gue denger semalem is one that miracle ya…
wish all the best for us ya gank
have a GREAT weekend you all,
~dedek~
I just come back from Hua Hin, bet that you never heard that name…Me neither…Turns out it’s a seaside town, about 3 hours drive from Bangkok. Kota tujuan wisata baru, masih bebenah diri gitu mereka…seems good, though (OK, Phuket is much better, actually
)
I was attending this course on ‘Policy Planning and Management based on Logical Framework Aprroach’. I studied about LFA once when I was in ISS actually, but I forgot it already. Now, it’s good, I can really relate my work with the tool…Though, GTZ is now switch, using this ‘Impact Chains’ anaylsis, but they still relate to one another…
I learn a lot..got inspired from many other projects in other countries…And makes me even more realize, how much I really love this development world…
I was staying in this hotel for a week…Got a chance to swim, and I realize now, how I hate fancy swimming pool hehhee You see the pool? The shape makes me unable to really swim, too short…When I tried to swim across the long side, I was afraid that my head might hit the bridge (yeahhh..that bridge in the middle, did you see? Terus, gue kan kalo berenang malem, sukanya gaya punggung gitu, ngelamun sambil ngeliatin langit (asal gak ada gledek aja), yang ada di kolam ini gue siaga I, takut kepalanya kepentok! Duuuhhh! So, I guess I prefer the old-fashioned one: square, olympic-size, and no one is around hehehe
OK..now I really have to go back to work…
Back from the long weekend gara-gara 17 agustus dan jumat kejepit, gue agak kaget juga di mampang jalur buswaynya udah mulai menampakkan jati diri gitu…tapi cuman mikir, ‘gile ye, mereka cepet juga ngerjainnya.’
Gak kepikiran tuh dampak dari pembangunan si jalur busway itu…
Selasa, gue berangkat kerja agak kesiangan dikit. Maceeeetttt bgt, gue sampe kantor jam setengah 10 gitu. Untung gue biasa melakukan kegiatan-kegiatan tak berguna sambil nyetir, seperti baca, dandan (what do u expect, gue bangun pagi-bersih2-berangkat, gak ada deh waktu buat dandan. Note: dandannya dedek ya berarti pake cuman sunblock, bedak, sama kalo inget nyisir), mencetin lemak idung (ketularan Imme nih, pas di Kamboja dia kayaknya asik bangeut…Jadilah gue ketularan, dan bis sepanjang Phnom Penh - Siem Reap adalah saksi bisu betapa saya menemukan hobi nggak penting baru), jadi gue agak-agak cuek aja macet.
Rabu, gue nganterin ciwi ke kantornya dulu. Berangkat lebih pagi, sengaja. Sampe kantor Ciwi di radio dalam jam 7.40. Gue pikir sukses nih, gak bakalan telat lagi. Ternyataaaa, macet dari Gunawarman situ, terus sampe Senopati, Tendean. GUE STRESS !!! Baru ngerti gue kenapa orang segitu putus asanya sampe mau bunuh diri…Itu macetnya bener-bener nggak bergerak! Kalo pun akhirnya setelah setengah jam dia bergerak, itu cuman 1 meter paling jauh…
Besok-besok, ciwi dengan tau dirinya naek ojek dari Ampera, jadi gue nggak harus lewat those @#$$$@@ streets! Mampang still and always macet, tapi nggak semacet kalo lewat Senopati-Tendean.
Tapi tetep aja, kapan ya jalur buswaynya kelar..? hiks…
hei…saya berenang lagi..! nggak penting yak..? hehhee…penting buat saya…soalnya feels like ages Im not swimming…I mean real swimming, which I used to do whenever I have a problem…alone, just me and the water…makes me feel a lot better afterwards, dan bisa mikir jauuuuhhh lebih jernihhh…I dont know, for me, it feels like water can carry away all my problems…
Recently, saya masih berenang sih, tapi cuman nemenin Sekar, belajar ngapung, sama kalo dia takuttapipengenmaenprosotan…You name it, all kids swimming pools, from Eldorado (di cibubur itu lho, bela-belain gue kesana karena Sekar pengen dan NGGAK ASIK SAMA SEKALI! CROWDED!), water boom di cikarang, kolam renang di hotel-hotel (cant mention it one by one) sampe kolam renang PI yang di kidsportsnya (this is my favorite…!
). Tapi ya itu, saya nggak pernah bener-bener berenang…Dulu, setiap saya pusing, pelarian saya ya kolam renang deket rumah, yang emang sepi pas saat-saat tertentu, jadi saya beneran bisa berenang, menyepi, dan mikiiiiirrrr…
Saya juga nggak tau kapan saya mulai males berenang…Mungkin terakhir kali saya berenang beneran itu 3-4 tahun lalu…lama ya??? Mungkin karena saya punya pelarian lain ya…? Belanja nggak jelas, ngoprek2 apapun yang bisa dioprek, atau pijetpijet…Hmmm, loveitloveitloveit…
But yesterday, after swimming with Sekar, instead of nemenin Sekar ganti baju, saya tiba-tiba pengen berenang…
First lap, succeed…Hhhhmmmm, masih bisa juga gue hehehe…
Second lap, half way, saya ngosngosan, dan terpaksa berenti di tengah-tengah…baru lanjut lagi…DAMN, I AM OLD !!!
After that, I manage to finish two more laps, then I collaps…
Dulu, saya bisa sampe 10 laps lho, berenti-berenti sih, tapi berentinya palingan cuman gak sampe semenit…Dulu jaman masih muda energi emang kayak nggak ada abisnya ya hehhee…sekarang saya juga masih muda sih (hihihi)…
Pokoknya, intinya, walaupun kemaren abis berenang saya tepar dan makan kayak orang gak liat makanan berapa tahun, tapi saya senang…Just realize that water is still the best treatment for me…
…feels like I wanna share it with you…
"Most of my major disappointments have turned out to be blessings
in disguise. So whenever anything bad does happen to me, I kind of sit
back and feel, well, if I give this enough time, it’ll turn out that this
was good, so I shouldn’t worry about it too much"
(William Gaines)
carpe diem
…jam saya ketemu… 
jadi jam ini adalah jam serius saya yang pertama hehehe…saya kan demen swatch tuh, tapi selama ini kan koleksinya banyakan jam (seperti) maenan, tali plastik, warnawarnigakjelas, pokoknya golongan bangsa itu deh…nah, kemaren pas kerja di kantorsebelominiyangtidakbolehdisebutnamanyaitu, saya radaan gak enak ati juga pake jam warnawarni itu…Jadi beli deh jam yang serius, my one and only serious watch, rantai (jarangjarang gue demen jam rantai hehehe)…dan setelah setia menemani saya hampir setahun, itu jam lenyaaapppp, tak berbekas hikssss…
Abis itu udah beli baru lagi sih (another serious watch, brown leather this time). Dan tadi pagi, Cika telpon, katanya jam saya yang ilang tadi itu ketemu donk, di bawah ranjang sekar…HOORRREEEEE…!!!
Hmmmm…another clumsiness of mine, and always end up with the same result, I manage to find my lost things…
Saya kan dodol berats ya, suka lupa, ninggalin barang dimana-mana…But the weird thing is itu barang-barang pasti akan selalu (well, at least 98%) balik lagi ke saya…Hmmmm, let me count: ketinggalan tas ransel di salah satu stasiun di London (got it back), ketinggalan HP di banyak tempat di asia dan eropa (got it back), ketinggalan tas kresek isi souvenirs oleh-oleh di athens (got it back, though perjuangan ngedapetinnya lagi…huuuu…but managed to get it back - nuhun m’dhani hehehe), ketinggalan kartu atm di mesin atmnya, nitip barang di supermarket dan lupa ngambil berminggu-minggu (masih bisa diambil kok ternyata
), dan banyak lagi deh ketinggalanketinggalandanlupalupa yang lain…
Enak memang that I manage to get them back…Tapi jadi nggak belajar, jadi kebiasaan, take it for granted kalo pasti nanti ketemu lagi…Kemaren yang pas jam ini ilang, saya sempet nyesek juga, sempet kapok mau ati-ati, eh terus sekarang ketemu lagi, jadi . . . hehehe…
Cuman kadangan saya mikir…Kalo memang barang itu milik kita, punya kita, rezeki kita, pasti kan akan balik ke kita ya…Tuhan nggak buta, nggak mungkin keliru, rezeki nggak mungkin ketuker…termasuk jodoh, kerjaan, dan rezekirezeki lain…Jadi kita nggak usah ngoyo-ngoyo amat, nggak usah keukeuh sumeukeuh bangeutbangeut untuk ngedapetin yang kita mau…Daripada stress, saya sih lebih mikir kalau memang saya nggak bisa dapet yang saya mau, mungkin itu memang bukan yang terbaik buat saya…Ada yang lebih baik di luar sana, yang mungkin sekarang saya nggak (atau belom mau?) sadar…Yang penting kan kita udah usaha dan ikhtiar, hasil akhirnya? wallahualam…
I wrote this post months ago actually, after I watched X-Men: The Last Stand…But being a moody person as always, moodnya tiba-tiba ilang, dan baru sekarang muncul lagi…So here is the complete post…
Udah pada nonton kan filmnya? X-Men maksud gue…Yang belom nonton, ceritanya baca ndiri yak, di resensi-resensi hehehe tapi pokoknya inti ceritanya masih lanjutan dari X-Men sebelumnya. Tapi sekarang ada penemuan baru yang bisa merubah para mutant itu jadi manusia normal, jadi mereka punya pilihan, tetap dengan kemutantannya tapi terisolasi ATAU pake obat itu (disinar-sinar gitu deh), ’sembuh’, dan jadi manusia ‘normal’.
That movie makes me wonder…Kalau saya jadi salah satu mutant itu mungkin saya juga bakalan tersinggung berats, emang jadi mutant itu some kinds of disease, sampe harus di’sembuh-sembuh’in segala??? Being different doesnt mean we have a disease to cure kan??? Lagian siapa kamu, ngejudge para mutant itu akan lebih bahagia kalo jadi manusia? Mereka kan ciptaan Tuhan juga, lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihannya…Buat saya sih, asalkan kita mau berdamai, menerima keadaan kita masing-masing, dan juga keadaan orang-orang lain, ya sudah, hiduplah amantenteram…tanpa harus sirik dan dengki, tanpa harus mikir ’saya pasti lebih bahagia kalau saya jadi dia, de el el de el el…
About changing itself, do we have to change?
If you know me since I was a kid, I do change a lot…Dari penampilan aja, saya sekarang jauuuuhhh (tampak) feminin heheheh Seriously, 27 years that I live, there are many turning points in my life that makes me change. Most of them I don’t mean to (even sometimes I don’t want to
), but maybe the situations and conditions happened make me see things differently, interpret things even more differently, and at the end those makes me react differently. Just to name one, being away in such a long time from my family for the first time when I have to go to Bogor for my high school really teaches me lot of things. That’s the first turning point I still remember so clearly. Good turning point, I have to say…Then many things happen, one thing leads to another, that many times amazed me (still, even until now) that how can those things possibly happen in my life??? kok bisa ya…though in the end things work out just fine, but still amazed me…Or maybe, that’s how life goes, AMAZING…? Well, I believe so…I am a firm believer of that actually
Back to our topic, I think we all have to change…There is nothing constant in this world, maybe the only constant thing is the change itself…Look around you…Name one thing that you know ever since that you were born till you are this old that’s constant…If everythings around you is changing, will you just stay the same? Maybe it is not we HAVE TO change, but we NEED to change, in order to adapt with the changing of our environment…
Pasti jadi bingung deh…Tadi katanya ngapain ngerubah-rubah para mutant itu jadi manusia? Sekarang kok kita butuh berubah?? Gimana sih dedek???
Hmmmm…see the two points I made? First, the mutant, ada pihak-pihak tertentu yang merasa mereka harus dirubah…Second, my side…Saya berubah karena perubahan lingkungan sekitar saya, perubahan umur saya, perubahan pengalaman hidup saya, intinya perubahan itu karena saya yang mau, atau tepatnya mau nggak mau…tapi saya nggak bakalan mau deh kayaknya kalo disuruh orang berubah…
Jadi ingat cerita salah satu teman terbaik saya, dia bilang dia sedang dalam misi merubah seseorang…Seseorang yang menurut dia ‘kok begini…kok begitu…coba dia begini…coba dia begitu…’. Hmmmm…the truth is I dont believe that we can change someone unless that person wants to change him/herself…Unless that person realizes that s/he needs to change…
Saya juga jujur kadang-kadang gregetan pengen ngerubah seseorang (atau beberapa orang) dalam hidup saya…Cuman kalo saya pikir-pikir lagi, saya juga banyak dodolnya kok…Siapa saya, kok bisa-bisanya mikir saya lebih baik dari dia dan bisa ngerubah dia? Jadi ya nyantai aja…
Maybe Im quite harsh in this, but I do believe that if you change because someone asks you to, it wont last long…You have to change because of yourself, not because of somebody else told you so…
Sometimes in life, you do meet some people thats meaningful for you, and they DO make you change…
But again, you have to change because you want it…
~buatorang-orangyangmungkinsadaratautidaksadarsudahmembuatsayaberubah,nuwun~